Connect with us

News

Sosok Pelatih Arab Saudi yang Berhasil Kalahkan Argentina di Piala Dunia 2022

Published

on

Herve Renard

Arab Saudi berhasil membuat kejutan di Piala Dunia 2022 setelah berhasil kalahkan “Football Powerhouse” Argentina dalam laga perdana di Grup C Piala Dunia 2022. Sosok pelatih Arab Saudi menjadi perhatian berkat strategi yang digunakannya.

Hervé Renard merupakan sosok dibalik kemenangan bersejarah Arab Saudi di laga pembuka Grup C melawan Argentina pada Selasa 22/11/2022.

Seperti yang kita ketahui Arab Saudi berhasil mengalahkan Argentina dengan skor 2-1, sempat tertinggal terlebih dahulu lewat tendangan pinalti Lionel Messi, Arab Saudi berhasil membalikan keadaan menjadi 2-1.

Baca Juga: 

Sosok Pelatih Arab Saudi

Sosok pelatih Arab Saudi

Hervé Renard yang lahir pada 30 September 1968 di Aix-Les-Bains, Prancis ini memang memiliki perjalanan karir yang cukup unik.

Hervé Renard sendiri telah menjadi pelatih Arab Saudi sejak 2020, dan telah berhasil memperbaiki peringkat FIFA Arab Saudi dari 70 ke 51 dan dia juga berhasil membawa The Green Falcon memuncaki klasemen Grup Kualifikasi Piala Dunia. Sebelum itu pelatih asal Prancis ini telah malang melintang di dunia kepelatihan.

Setelah memiliki karir sebagai pemain profesional yang tidak begitu sukses bahkan saat masih aktif sebagai pemain sepak bola, Hervé Renard pernah bekerja sebagai cleaning service. Hal ini lah yang membuat dirinya memutuskan pensiun sebagai pemain sepak bola diusia 32 tahun.

Setelah pensiun Hervé Renard langsung mengambil lisensi kepelatihan dan bergabung dengan Cambridge United sebagai pelatih, hanya menukangi Cambridge United satu musim kemudian perjalanan karir Renard berlanjut ke Vietnam, dia sempat melatih salah satu tim Vietnam, Nam Dinh FC selama setahun sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang kekampung halamannya, Prancis. Di sana Renard sempat melatih klub AS Cherbourg selama 3 musim sebelum akhirnya perjalanan kepelatihannya dilanjutkan dengan menangani Timnas Zambia pada tahun 2008.

Hervé Renard membawa Timnas Zambia juara AFCON

Hervé Renard membawa Timnas Zambia juara AFCON

Dua tahun kemudian Hervé Renard berhasil membawa Timnas Zambia menjadi juara AFCON untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, setelah dipartai final mereka mengalahkan Pantai Gading melalui babak adu penalty dengan skor 8-7. Namun sayang 3 tahun usai keberhasilan Hervé Renard membawa Timnas Zambia juara AFCON, sang pelatih harus berpisah dengan Timnas Zambia karena berselisih dengan Federasi sepak bola Zambia.

Nampaknya melepas Hervé Renard menjadi kesalahan besar bagi Timnas Zambia, karena pada tahun 2014 Hervé Renard kembali berhasil mengangkat Piala AFCON namun kali ini dnegan tim yang berbeda yaitu Pantai Gading. Hervé menjadi pelatih pertama yang berhasil menjuarai AFCON dengan dua Timnas yang berbeda.

Petualangan kepelatihan Renard masih berlanjut kali ini dirinya mencoba peruntungan dengan melatih salah sati tim papan atas Prancis, Lile. Namun perjalanan sang pelatih bersama Lile tidaklah semulus saat dirinya melatih Tim Nasional, ia hanya berhasil memberikan 13 poin dalan 13 pertandingannya bersama Lile.

Hal tersebut membuat sang pelatih memutuskan untuk kembali melatih Timnas, kali ini Hervé Renard memutuskan untuk kembali melatih negara Africa yaitu Maroko. Bersama Timnas Maroko Hervé terbilang gagal di dua gelaran besar, Piala Dunia 2018 dan AFCON 2019, hal ini yang membuat dirinya mengundurkan diri sebagai pelatih Timnas Maroko.

Pada 2020 Hervé menerima tawaran untuk menjadi pelatih Arab Saudi dari Federasi Sepak Bola Arab Saudi, keberhasilannya membawa Arab Saudi ke Piala Dunia 2022 serta memberbaiki peringkat FIFA lantas membuat Federasi sepak bola Arab Saudi memberikan perpanjangan kontrak yang membuat dirinya akan menjadi pelatih Arab Saudi hingga 2027 mendatang.

News

Kylian Mbappe Berhasil Unggul dari Messi di Piala Dunia 2022

Published

on

By

Kylian Mbappe Berhasil Unggul dari Messi di Piala Dunia 2022

Penyerang muda Timnas Prancis, Kylian Mbappe, berhasil mengukir prestasi terbarunya dalam gelaran Piala Dunia 2022 ini. Pasalnya, ia menjadi pemain termuda yang berhasil mencetak 5 gol dalam Piala Dunia Qatar 2022 ini sejak Pele pada tahun 1958 silam.

Mbappe sukses mengoleksi gol paling banyak sepanjang masa kala Prancis menang melawan Polandia dengan skor 3-1 pada Minggu lalu.

Ia kini masuk dalam daftar puncak top scorer sementara dengan mengumpulkan 5 gol lebih banyak dari pemain sepak bola yang lain, seperti Messi (Argentina), Rashford (Inggris), Valencia (Ekuador), Giroud (Prancis), Gakpo (Belanda), serta Morata (Spanyol).

Baca Juga:

Pemain berusia 23 tahun itu juga berhasil memenangkan Piala Dunia di Rusia pada tahun 2018 dan satu got kala melawan Australia. Ia juga ikut di kala Prancil menjadi runner up dalam Piala Eropa 2016.

Berdasarkan laporan dari Bola, Kylian Mbappe sukses mencetak sepuluh brace, termasuk dua golnya dalam kemenangan 4-1 atas Australia pada Piala Dunia 2022 yang menuntunnya ke setengah abad gol untuk Les Bleus.

Continue Reading

News

Disebut Mengejek Korea Selatan, Selebrasi Timnas Brasil Tuai Kecaman

Published

on

By

Disebut Mengejek Korea Selatan, Selebrasi Timnas Brasil Tuai Kecaman

Selebrasi Timnas Brasil ketika mencetak gol ke gawang Korea Selatan pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 menuai kecaman.

Pasalnya, selebrasi gol berupa tarian dari pemain Brasil dinilai banyak orang sebagai penghinaan kepada sang lawan.

Setiap kali mencetak gol, Neymar cs melakukan perayaan dengan cara menari bersama. Roy Keane, yang merupakan pengamat sepak bola Manchester United ikut mengomentari tarian tersebut dan menyebutnya tidak menghormati lawan.

“Penyelesaian yang fantastis oleh Vinicius, awal yang baik untuk pertandingan ini. Namun saya belum pernah melihat tarian sebanyak ini,” tutur Keane pada ITV dikutip dari Daily Mail.

Ia bahkan menambahkan bahwa tarian yang dilakukan Timnas Brasil seperti sebuah ajang pencarian bakat bagi penari, Strictly Come Dancing.

“Saya sangat tidak menyukati ini. Orang bilang itu budaya mereka, namun saya pikir itu benar-benar tidak menghormati lawan,” pungkasnya.

Baca Juga:

Pelatih Timnas Brasil Buka Suara

Sementara itu, Tite, sang pelatih Timnas Berasil menepis anggapan selebrasi tarian merupakan bentuk ejekan. Menurutnya, tarian yang dilakukan bertujuan agar ia lebih dekat dengan para pemain.

Tite menyebut selebrasi tarian adalah ekspresi kebahagiaan atas performa Brasil dan para pemain muda juga membuat Tite memutuskan untuk ikut melakukan tarian tersebut untuk mendekatkan diri.

“Mereka sangat muda dan saya mencoba untuk beradaptasi dengan bahasa mereka dan bagian dari bahasa mereka adalah menari,” ujar Tite dikutip dari Sky Sports.

“Tidak ada rasa tidak hormat sama sekali untuk lawan atau untuk (pelatih Korea Selatan) Paulo Bento yang sangat saya hormati.”

Dalam pertandingan tersebut, Timnas Brasil berhasil memenangkan pertandingan atas Korea Selatan dengan skor 4-1. Brasil selanjutnya akan berhadapan dengan Kroasia di babak perempat final Piala Dunia 2022 pada 9 Desember 2022.

Continue Reading

News

Timnas Kroasia Merasa Beruntung Punya Dominik Livakovic

Published

on

By

Timnas Kroasia Merasa Beruntung Punya Dominik Livakovic

Dalam pertandingan Kroasia melawan Jepang di Stadion Al Janoub yang digelar pada Senin, 5 Desember 2022 malam, Dominik Livakovic tampil sangat gemilang.

Pasalnya, pertandingan pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 tersebut harus dilanjutkan hingga babak adu penalti karena Kroasia dan Jepang tampil saling berbagi angka 1-1 di waktu normal dan babak tambahan.

Ketika adu penalti terjadi, Livakovic berhasil menunjukkan aksinya. Penjaga gawang berumur 27 tahun tersebut sukses menepis tiga dari empat tendangan dari Timnas Jepang yang membuat Kroasia menang dengan skor 3-1.

Baca Juga:

Dalam wawancara usai pertandingan, pelatih Kroasia Zlatco Dalic mengaku beruntung memiliki Dominik Livakovic yang tampil sangat apik.

“Hari ini kami memiliki Livakovic yang fantastis, dia tak terbendung. Kemarin, di akhir latihan, kami berlatih penalti dan dia bertahan dengan brilian. Dia menunjukkan keamanan dan kualitas, dia memberi saya kepercayaan diri,” tutur Zlatco Dalic dikutip dari Goal.

“Livakovic menghilangkan semua ketakutan para pemain kami dengan pertahanannya. Dia adalah penerus (Danijel) Subasic (Piala Dunia) Rusia. Dan entah bagaimana sejarah berulang,” tambahnya.

Continue Reading

Trending