Connect with us

Serie A

Roberto Baggio, Legenda Italia yang Mempunyai Kisah Pahit

Published

on

Roberto Baggio, Legenda Italia Yang Mempunyai Kisah Pahit

Roberto Baggio merupakan salah satu penyerang Italia yang menjadi salah satu legenda Italia. Dirinya menjadi mesin gol untuk tim yang dibelanya.

Pemain kelahiran Caldogno, Italia ini mempunyai skill olah bola yang sangat apik. Salah satu kelebihan dari penyerang ini adalah kemampuan dirinya untuk meloloskan diri dari penjagaan pemain belakang lawannya.

Kedua kakinya yang hidup, membuat penjaga gawang lawannya sulit menebak tendangan yang dilancarkan ke gawangnya.

Tidak hanya di tim saja, dirinya juga sangat bersinar di Timnas Italia. Roberto Baggio menjadi salah satu penyerang andalan Timnas yang sangat diwaspadai oleh negara lain.

Baca Juga : Alessandro Del Piero, Pemain Setia Legenda Juventus

Catatan Karier Roberto Baggio

Catatan Karir Roberto Baggio

Roberto Baggio mengawali karirnya dari Vicenza. Permainan Baggio muda menarik Fiorentina.

Akhirnya di tahun 1985, pemain yang mempunyai ciri khas rambut kuncirnya ini pindah ke Fiorentina.

Di tim inilah Baggio semakin matang permainannya. Gol demi gol ia ciptakan, sehingga membuat Fiorentina menjadi tim yang sangat ditakuti.

Dari 136 pertandingan, dia berhasil mencetak 136 pertandingan dan mencetak 55 gol serta 4 assist.

Setelah 5 tahun membela Fiorentina, dirinya pun memutuskan untuk hengkang ke Juventus. Disinilah Baggio mendapatkan masa keemasannya.

Saat membela Juventus, dirinya berhasil membawa Juventus menjadi juara Liga Italia musim 1994/1995.

Lalu pada musim berikutnya, Baggio memilih langkah yang mengejutkan dengan pindah ke AC Milan.

Namun keputusan itu sangat tepat. Bersama Rossoneri, Roberto Baggio pun kembali berhasil merasakan juara Liga Italia di musim 1995/1996.

Setelah masa keemasan, Roberto Baggio berpindah-pindah tim. Bologna, Inter Milan dan Brescia menjadi deretan tim yang dibelanya.

Di tahun 2004, dirinya pun memutuskan untuk gantung sepatu.

Baca Juga : Filippo Inzaghi, Legenda AC Milan Berjuluk Striker Hantu

Kisah Sedih Roberto Baggio

Kisah Sedih Roberto Baggio yang tidak pernah terlupakan

Ada kisah sedih dari pemain berkuncir ini yang sangat membekas di karir sepakbolanya. Tentunya hal ini tidak akan bisa dilupakan oleh para penggemarnya.

Di Piala Dunia 1994 yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Timnas Italia menjadi salah satu unggulan yang digadang-gadang akan menjadi juara dunia.

Permainan yang sangat apik membuat Italia lanjut hingga masuk partai final. Roberto Baggio bermain dengan sangat apik dan menjadi tumpuan Italia di setiap pertandingan.

Baca Juga : 5 Pemain Bintang Yang Pernah Bela Fiorentina

Pada partai final, mereka bertemu dengan Brazil. Pertandingan berjalan dengan sangat ketat hingga membawanya ke drama adu penalti.

Pada babak ini menjadi mimpi buruk warga Italia dan Baggio. Dirinya yang menjadi tumpuan timnas Italia gagal mengeksekusi Penalti dan membuat Italia kalah dalam partai puncak tersebut.

Hal ini menjadi salah satu kegagalan yang sangat luar biasa menyedihkan untuk Timnas  Italia dan Baggio selama karirnya.

Biografi Klub

Profil AS Roma, Klub Serigala Asal Ibukota Italia

Published

on

By

Kali ini akan membahas tentang profil lengkap klub AS Roma. Klub ini merupakan salah satu kontestan Serie A yang memiliki basis di ibukota Italia, Roma.

Klub ini memiliki warna kebesaran kuning emas dan merah yang menjadi ciri khas warna Kekaisaran Romawi tempo dulu.

Klub ini memiliki julukan Giallorossi yang artinya juga bermakna merah kuning. Selain itu, julukan lainnya adalah Il Lupi yang artinya Serigala. Hal ini didasarkan pada lambang klub ini yang menampilkan seekor serigala betina yang sedang menyusui dua anak bayi manusia.

Dua anak bayi manusia ini konon mitosnya adalah dua anak yang bernama Romus dan Remulus yang kelak jadi dua orang yang membangun kota Roma. Klub ini memiliki saingan berat yang juga satu kota bernama Lazio.

Baca Juga:

Sejarah Berdirinya AS Roma

Klub ini memiliki sejarah pendirian yang unik. Dilansir dari situs resmi AS Roma, ada tahun 1927, tiga klub sepakbola di kota Roma yaitu, Fortitudo-Pro Roma, Roma Football Club dan Alba-Audace melakukan merger untuk membentuk satu tim olahraga.

AS Roma

Penggabungan ketiganya lantas melahirkan satu nama klub olahraga sepakbola bernama Associazione Sportiva Roma atau AS Roma. Perjalanan pertama klub ini lantas langsung menunjuk satu nama untuk jadi presiden klub yaitu Italo Foschi.

Musim 1927/28 menjadi pertama kalinya sang serigala meraih trofi pertama. Mereka berhasil menggondol trofi Coni Cup setelah mengalahkan Modena di final. Kebijakan Foschi serta kecemerlangan bintang timnas Italia saat itu, Attilio Ferraris jadi kuncinya.

Awal Kisah Perseteruan Sengit Serigala dengan Elang Lazio

Kisah perseteruan antara Roma dengan Lazio juga tak kalah sengitnya dengan beberapa laga derby di seluruh Italia. Karena keduanya membawa identitas ibukota, maka perseteruan keduanya dijuluki sebagai Derby Della Capitale.

Pada awal pembentukan AS Roma, ada ketiga klub yang bersatu untuk membentuk suatu kekuatan sepakbola dalam rangka menantang hegemoni sepakbola Italia utara. Namun, ada satu klub yang enggan bergabung dan kelak klub itu bertransformasi jadi Lazio.

AS Roma

Keduanya membawa dendam pribadi dalam setiap pertemuannya. Roma menganggap bahwa Lazio adalah duri dalam kemajuan sepakbola kota Roma akibat enggan bergabung. Sementara, Lazio beranggapan bahwa tidak boleh ada kekuatan tunggal dalam sepakbola kota Roma.

Perseteruan kian meruncing ketika Italia jatuh ke rezim diktator fasis Benito Mussolini. Mussolini kala itu dianggap menganak emaskan Lazio ketimbang Roma sehingga kian menambah kebencian tifosi Serigala dengan serdadu Elang Ibukota.

AS Roma Baru Meraih 3 Scudetto Serie A

Serigala Ibukota itu baru meraih 3 scudetto dalam keikutsertaannya. Mereka sempat mengalami masa jaya namun juga masa kejatuhan terutama seusai Perang Dunia ke 2. Italia yang saat itu masuk blok Poros merasakan imbasnya terutama dalam bidang sepakbola.

3 tahun sebelum Perang Dunia berakhir, Roma sempat berhasil mencicipi scudetto pertamanya. Scudetto keduanya baru diraih ketika tahun 1982/83. Saat itu, sosok pelatih Real Madrid saat ini, Carlo Ancelotti jadi pemain yang mengantar kesuksesan untuk Giallorossi.

AS Roma

Scudetto ketiga diraih saat Roma sedang dalam masa jaya-jayanya di bawah kepelatihan Fabio Capello. Il Lupi jadi juara pada tahun 2000/01 berkat kegemilangan trio lini depan Gabriel Batistuta, Vincenzo Montella, dan Francesco Totti.

AS Roma Siap Bangkitkan Kembali Kejayaan Masa Lalu

Kini, pelatih AS Roma yaitu Jose Mourinho AS Roma siap untuk kembali mempersembahkan kesuksesan untuk Giallorossi. Rekam jejak sang allenatore membuat pihak manajemen sangat yakin bahwa musim depan Roma bakal kembali berjaya.

AS Roma

Skuad AS Roma 2022 kini terbilang jadi salah satu yang terbaik dalam beberapa musim. Mereka baru saja mendatangkan mantan bintang Juventus, Paulo Dybala. Selain itu, mereka memiliki penyerang tajam, Tammy Abraham dan bintang muda timnas Italia, Nicolo Zaniolo.

Mereka juga sudah mengumumkan jersey AS Roma 2022 terbaru. Seragam perang ini siap menemani peperangan sengit serdadu serigala ibukota untuk bisa membangkitkan kembali kejayaan khas Kekaisaran Romawi di seluruh daratan Italia.

Continue Reading

Bola Eropa

Profil Milanisti Indonesia, Tifosi Milan di Indonesia

Published

on

By

Kali ini akan membahas tentang profil Milanisti Indonesia. Perkumpulan suporter setia AC Milan ini memiliki basis terbesar di Indonesia. Kelompok suporter ini memiliki ketertarikan yang sama dengan mendukung AC Milan dalam setiap pertandingan.

Sebagaimana disebut dalam setiap pemberitaan, orang-orang yang mendukung AC Milan mendapat sebutan sebagai Milanisti. Lalu, untuk menunjukkan asal negara para pendukung Milan, maka ditambahkan kata Indonesia sehingga tercetuslah kata Milanisti Indonesia.

Kelompok ini dibangun untuk menyatukan para pecinta AC Milan di Indonesia. Datang dari berbagai latar belakang dan kalangan, kelompok ini terbentuk untuk menyatukan wadah para tifosi Milan kendati jauh di Indonesia.

Baca Juga:

Sejarah Terbentuknya Milanisti Indonesia

Diketahui bahwa kelompok tifosi Milan ini terbentuk sudah sejak lama. Tepatnya pada tahun 2003, dilansir dari situs resmi Milanisti Indonesia, saat itu ada pertemuan sederhana dari 6 orang yang sama-sama memiliki hobi menonton AC Milan.

Pertemuan pertama itu tercetus wacana untuk membentuk satu komunitas kelompok suporter Milan di Indonesia. Lalu pada pertemuan kedua, terbentuklah komunitas Milan ini yang didirikan atas dasar kesepakatan dari 10 orang yang saat itu hadir.

Di tahun yang sama, AC Milan juga sedang berjaya saat itu. Kelompok suporter ini kerap mengadakan nobar atau nonton bareng pertandingan Milan.

Yang paling terkesan tentu saja ketika berhasil mengunci gelar juara Eropa di tahun 2003 ketika organisasi ini baru terbentuk strukturalnya.

Milanisti Indonesia

Yang menarik dari republik Milanisti Indonesia ini adalah mereka tidak hanya menampung suporter pria yang mencintai AC Milan, tetapi juga menampung suporter wanita yang juga memiliki hobi mencintai sepakbola dan AC Milan.

Hal itu ditandai dengan terbentuknya tim futsal khusus wanita, Milanisti Angels. Tim ini sering mengikuti kompetisi-kompetisi futsal serta pertandingan persahabatan.

Selain itu, mereka juga sering berlatih di IBM Hanggar Futsal yang sekaligus jadi markas besar kelompok suporter.

Makna Logo Milanisti Indonesia

Milanisti Indonesia

Logo Milanisti Indonesia juga tak jauh dari unsur-unsur AC Milan. Logo ini baru diumumkan pada tahun 2007 dan terus bertahan di tahun-tahun ini. Logo ini awalnya didapat dari sistem sayembara dan berhasil menemui kesepakatan dari salah satu tifosi AC Milan.

Logo ini berbentuk bula sebagai simbolis persatuan dan kesatuan dalam tubuh tifosi Milan Indonesia. Tulisan Milanisti Indonesia yang menegaskan identitas sebagai pendukung setia AC Milan yang berasal dari Indonesia.

Bintang berwarna putih yang menunjukkan simbol harapan untuk sinar Rossonerri yang tak pernah padam. Logo ini memakai dominan warna hitam dan merah sebagai simbol warna kebesaran seragam kandang AC Milan.

Lalu ada gambar devil yang bermakna julukan lain dari AC Milan yaitu Il Diavolo Rossi yang artinya Setan Merah. Terakhir ada tulisan DAL 2003 yang menunjukkan sejarah terbentuknya komunitas ini sejak tahun 2003 silam.

Continue Reading

Serie A

5 Pemain dengan Gaji Tinggi di Serie A, Siapa Sajakah Mereka?

Published

on

By

5 Pemain Dengan Gaji Tinggi di Serie A, Pemain Veteran Termasuk Salah Satunya

Beberapa pemain dengan gaji tinggi di Serie A merupakan pemain bintang yang menjadi andalan bagi timnya.

Skill yang mereka miliki membuat klub tersebut rela membayar mahal gaji pemain tersebut. tentunya hal ini membuat pemain tersebut betah dan tetap bertahan di tim itu.

Memang klub dari Liga Italia tidak banyak yang bisa menggelontorkan dana yang besar untuk membeli pemain, namun setiap klub besarnya bisa membayar gaji para pemainnya dengan sangat tinggi.

Berikut beberapa pemain bintang menjadi pemain dengan gaji Tinggi di Serie A.

Baca : Filippo Inzaghi, Legenda AC Milan Berjuluk Striker Hantu

Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovictua-tua makin jadi

Zlatan Ibrahimovic menjadi salah satu pemain dengan gaji tinggi di Serie A. pemain berusia 40 tahun ini masih menjadi salah satu bintang yang banyak diminati oleh tim besar di Eropa.

AC Milan merupakan tim yang saat ini dibelanya. Dirinya pun mendapatkan gaji yang sangat tinggi.

Ia dikontrak oleh Rossoneri hingga akhir musim dengan gaji yang dibayar sebesar 134 ribu euro per pekan atau 2.17 Miliar rupiah.

Walaupun sudah tidak muda lagi, Zlatan masih bisa memberikan performa yang baik dengan mencetak 8 gol dari 14 penampilan yang dijalaninya.

Aaron Ramsey

Aaron Ramsey Pemain Dengan Gaji Tinggi Di Serie A

Aaron Ramsey merupakan mantan bintang Arsenal yang saat ini membela Juventus. Dirinya pun digaji sangat tinggi oleh klub yang berjuluk Si Nyonya Tua ini.

Keterampilannya dalam mengatur serangan di lapangan tengah menjadikan Juventus mau membayar mahal gaji dari pemain berkebangsaan Wales ini.

Namun saat ini dirinya jarang sekali mendapatkan menit bermain. Ramsey tercatat baru tiga kali dimainkan pada Liga Italia musim 2021/2022.

Walau begitu dirinya mendapatkan gaji 134 ribu euro per pekan atau sekitar 2,25 miliar rupiah.

Baca Juga : Federico Chiesa Dipastikan Absen Hingga Akhir Musim

Adrien Rabiot

Adrien Rabiot menjadi pemain dengan gaji tinggi di Serie A

Pemain Juventus lainnya yang  masuk ke dalam daftar pemain dengan gaji tinggi di Serie A adalah Adrien Rabiot.

Mantan pemain PSG ini menjadi salah satu pemain kunci di lini tengah Juventus. Akurasi passing yang tinggi membuat aliran bola di lini tengah Juventus menjadi sangat lancar.

Saat ini dirinya mendapatkan gaji yang sama dengan Aaron Ramsey yaitu 134 ribu euro atau sekitar 2.25 miliar rupiah.

Paulo Dybala

Paulo Dybala sudah tidak betah di Uuventus

Paulo Dybala merupakan pemain bintang dari Argentina yang menjadi salah satu pemain penting bagi Juventus.

Dybala sudah bergabung dengan Si Nyonya Tua dari tahun 2015. skill dalam mengolah bola dan kelincahan yang dimilikinya membuat pertahanan lawan kocar-kacir dibuatnya.

Dirinya pun sudah menyumbang 5 tropi Liga Italia untuk Juventus. Berkat pencapaiannya, Dybala pun diberikan gaji fantastis yaitu 140 ribu euro atau sekitar 2.27 Miliar rupiah.

Namun kabar yang tersebar dirinya sudah mulai tidak betah di Juventus dan ingin pergi dari sana.

Baca Juga : Alessandro Del Piero, Pemain Setia Legenda Juventus

Matthijs De Ligt

Matthijs De Ligt gaji tertinggi di Serie A

Bek asal Belanda Matthijs De Ligt menjadi salah satu pemain belakang yang mempunyai gaji fantastis.

Lagi-lagi Juventus memagari para bintangnya dengan gaji yang sangat tinggi. tentunya hal ini akan menyulitkan para klub lain yang akan membajak pemain tersebut.

Pemain berusia 22 tahun ini dikontrak dengan gaji 153 ribu euro per pekan atau sekitar 2.48 miliar rupiah.

Hal tersebut menjadikannya pemain dengan gaji tertinggi di Serie A

Continue Reading

Trending