Connect with us

News

Resmi, Manchester United Akan Dijual Setelah 17 Tahun Dimiliki Keluarga Glazer

Published

on

Resmi, Manchester United Akan Dijual Setelah 17 Tahun Dimiliki Keluarga Glazer

Manchester United akan dijual oleh sang pemilik yaitu keluarga Glazer.

Pemilik klub legendaris asal Britania Raya, Manchester United yaitu keluarga Glazer resmi mengumumkan akan menjual klub yang berbasis di Kota Manchester ini.

Keluagra Glazer akhirnya akan menjual Manchester united setela 17 tahun memiliki klub tersebut.

Selama ini memang keluarga Glazer kerap dikritik oleh para fans Manchester United terkait kebijakan-kebijakannya yang dinilai merugikan Manchester United.Manchester United akan dijual Glazer

Baca Juga:

Terakhir tagar #GlazerOut menggelora di media sosial karena para fans menilai kebijakan transfer Manchester United yang dinilai buruk yang akhirnya mempengaruhi performa tim dan prestasi tim secara keseluruhan.

Harapan sebagian besar penggemar setan merah pun nampaknya akan tercapai, Manchester United akan dijual oleh keluarga Glazer.

Manchester United akan dijual, berapa harga yang dipatok keluarga Glazer?

Namun nampaknya untuk calon peminat Manchester United harus rela menyiapkan uang yang banyak.

Salah satu media kenamaan asal Inggris, Daily Star mengungkapkan bahwa keluarga Glazer mematok harga yang tinggi untuk Manchester United, bahkan mereka menginginkan harga 2 kali lebih besar dari banderol Chelsea saat dibeli oleh Tood Boehly beberapa waktu lalu.

Tood Boehly sendiri harus merogoh koceknya sebesar 4,25 Miliar Pounds atau sekitar Rp79 Triliun.

Yang berarti keluarga Glazer mematok harga sebesar 9 Miliar Pounds atau sekitar Rp167 Triliun untuk peminat klub berjuluk Setan Merah ini.

Hal tersebut akan menjadikan Manchester United sebagai klub olahraga termahal didunia mengalahkan Dallas Cowboys yang bernilai 7,23 miliar pounds atau setara Rp134 triliun.

News

Kylian Mbappe Berhasil Unggul dari Messi di Piala Dunia 2022

Published

on

By

Kylian Mbappe Berhasil Unggul dari Messi di Piala Dunia 2022

Penyerang muda Timnas Prancis, Kylian Mbappe, berhasil mengukir prestasi terbarunya dalam gelaran Piala Dunia 2022 ini. Pasalnya, ia menjadi pemain termuda yang berhasil mencetak 5 gol dalam Piala Dunia Qatar 2022 ini sejak Pele pada tahun 1958 silam.

Mbappe sukses mengoleksi gol paling banyak sepanjang masa kala Prancis menang melawan Polandia dengan skor 3-1 pada Minggu lalu.

Ia kini masuk dalam daftar puncak top scorer sementara dengan mengumpulkan 5 gol lebih banyak dari pemain sepak bola yang lain, seperti Messi (Argentina), Rashford (Inggris), Valencia (Ekuador), Giroud (Prancis), Gakpo (Belanda), serta Morata (Spanyol).

Baca Juga:

Pemain berusia 23 tahun itu juga berhasil memenangkan Piala Dunia di Rusia pada tahun 2018 dan satu got kala melawan Australia. Ia juga ikut di kala Prancil menjadi runner up dalam Piala Eropa 2016.

Berdasarkan laporan dari Bola, Kylian Mbappe sukses mencetak sepuluh brace, termasuk dua golnya dalam kemenangan 4-1 atas Australia pada Piala Dunia 2022 yang menuntunnya ke setengah abad gol untuk Les Bleus.

Continue Reading

News

Disebut Mengejek Korea Selatan, Selebrasi Timnas Brasil Tuai Kecaman

Published

on

By

Disebut Mengejek Korea Selatan, Selebrasi Timnas Brasil Tuai Kecaman

Selebrasi Timnas Brasil ketika mencetak gol ke gawang Korea Selatan pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 menuai kecaman.

Pasalnya, selebrasi gol berupa tarian dari pemain Brasil dinilai banyak orang sebagai penghinaan kepada sang lawan.

Setiap kali mencetak gol, Neymar cs melakukan perayaan dengan cara menari bersama. Roy Keane, yang merupakan pengamat sepak bola Manchester United ikut mengomentari tarian tersebut dan menyebutnya tidak menghormati lawan.

“Penyelesaian yang fantastis oleh Vinicius, awal yang baik untuk pertandingan ini. Namun saya belum pernah melihat tarian sebanyak ini,” tutur Keane pada ITV dikutip dari Daily Mail.

Ia bahkan menambahkan bahwa tarian yang dilakukan Timnas Brasil seperti sebuah ajang pencarian bakat bagi penari, Strictly Come Dancing.

“Saya sangat tidak menyukati ini. Orang bilang itu budaya mereka, namun saya pikir itu benar-benar tidak menghormati lawan,” pungkasnya.

Baca Juga:

Pelatih Timnas Brasil Buka Suara

Sementara itu, Tite, sang pelatih Timnas Berasil menepis anggapan selebrasi tarian merupakan bentuk ejekan. Menurutnya, tarian yang dilakukan bertujuan agar ia lebih dekat dengan para pemain.

Tite menyebut selebrasi tarian adalah ekspresi kebahagiaan atas performa Brasil dan para pemain muda juga membuat Tite memutuskan untuk ikut melakukan tarian tersebut untuk mendekatkan diri.

“Mereka sangat muda dan saya mencoba untuk beradaptasi dengan bahasa mereka dan bagian dari bahasa mereka adalah menari,” ujar Tite dikutip dari Sky Sports.

“Tidak ada rasa tidak hormat sama sekali untuk lawan atau untuk (pelatih Korea Selatan) Paulo Bento yang sangat saya hormati.”

Dalam pertandingan tersebut, Timnas Brasil berhasil memenangkan pertandingan atas Korea Selatan dengan skor 4-1. Brasil selanjutnya akan berhadapan dengan Kroasia di babak perempat final Piala Dunia 2022 pada 9 Desember 2022.

Continue Reading

News

Timnas Kroasia Merasa Beruntung Punya Dominik Livakovic

Published

on

By

Timnas Kroasia Merasa Beruntung Punya Dominik Livakovic

Dalam pertandingan Kroasia melawan Jepang di Stadion Al Janoub yang digelar pada Senin, 5 Desember 2022 malam, Dominik Livakovic tampil sangat gemilang.

Pasalnya, pertandingan pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 tersebut harus dilanjutkan hingga babak adu penalti karena Kroasia dan Jepang tampil saling berbagi angka 1-1 di waktu normal dan babak tambahan.

Ketika adu penalti terjadi, Livakovic berhasil menunjukkan aksinya. Penjaga gawang berumur 27 tahun tersebut sukses menepis tiga dari empat tendangan dari Timnas Jepang yang membuat Kroasia menang dengan skor 3-1.

Baca Juga:

Dalam wawancara usai pertandingan, pelatih Kroasia Zlatco Dalic mengaku beruntung memiliki Dominik Livakovic yang tampil sangat apik.

“Hari ini kami memiliki Livakovic yang fantastis, dia tak terbendung. Kemarin, di akhir latihan, kami berlatih penalti dan dia bertahan dengan brilian. Dia menunjukkan keamanan dan kualitas, dia memberi saya kepercayaan diri,” tutur Zlatco Dalic dikutip dari Goal.

“Livakovic menghilangkan semua ketakutan para pemain kami dengan pertahanannya. Dia adalah penerus (Danijel) Subasic (Piala Dunia) Rusia. Dan entah bagaimana sejarah berulang,” tambahnya.

Continue Reading

Trending