Connect with us

News

Ini Skenario Timnas Jerman Jika Ingin Lolos Babak 16 Besar Piala Dunia 2022

Published

on

Skenario Timnas Jerman jika ingin lolos kebabak 16 besar Piala Dunia 2022

Penampilan Timnas Jerman di Piala Dunia 2022 terbilang berat setelah mereka mendapatkan dua hasil buruk di 2 laga awal.

Hal ini membuat langkah mereka di Piala Dunia 2022 terancam berakhir, namun harapan untuk Jerman masih ada walaupun kecil kemungkinannya.

Berikut skenario Timnas Jerman jika ingin lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022.

Menjelang laga pamungkas di Grup E yang akan mempertemukan Jepang vs Spanyol dan Jerman vs Kosta Rika pada Jumat 2 Desember mendatang, ini skenario Timnas Jerman jika ingin lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022.

Baca Juga:

Sebelum melihat skenario Timnas Jerman jika Ingin lolos kebabak 16 besar, mari kita simak sistem tiebraker yang digunakan dalam Piala Dunia 2022 kali ini.

Tiebraker sendiri adalah sebuah sistem jika di dalam satu Grup terdapat dua atau lebih tim yang memiliki poin yang sama, maka sistem inilah yang akan dipakai untuk menentukan peringkat tim dalam sebuah Grup:

  1. Selisih gol
  2. Gol yang dicetak
  3. Head to Head poin
  4. Head to Head selisih gol
  5. Head to Head go yang dicetak
  6. Rekor fairplay (tim paling sedikit kartu kuning/merah)
  7. Undian

Skenario Timnas Jerman jika ingin lolos ke babak 16 besar Piala Dunia, maka Jerman harus menang dan Jepang kalah

skenario timnas Jerman jika ingin lolos ke babak 16 besar

Ilkay Gundogan berduel dengan pemain Spanyol, Sergio Busquets

Skenario terbaik untuk Manuel Neuer dkk adalah tentu Jerman harus menang saat melawan Kosta Rika di laga penentuan tersebut, sembari berharap Jepang mengalami kekalahan atas Spanyol.

Dengan skenario tersebut maka Spanyol akan menjadi juara Grup E dengan koleksi 7 poin sementara Jerman akan melewati poin Jepang dan Kosta Rika sehingga Der Panzer dapat menemani Spanyol sebagai runner-up Grup E.

Apa yang terjadi jika Jerman menang namun Jepang raih hasil imbang?

Skenario selanjutnya adalah ketika Jepang berhasil menahan imbang Spanyol, maka peluang Jerman akan sedikit sulit. Karena skuad asuhan Hansi Flick harus memenangkan pertandingan melawan Kosta Rika dan harus mencetak banyak gol demi mengungguli selisih gol dari Timnas Jerman, karena jika Jepang berhasil mendapatkan 1 poin atas Spanyol maka total poin antara Jepang dan Jerman pun akan sama sehingga harus diadakan tiebraker dan menghitung selisih gol antara dua tim tersebut.

Apa yang terjadi jika Jerman menang namun Jepang juga raih kemenangan?

Skenario terakhir adalah skenario terberat sekaligus terburuk bagi Jerman, jika Jerman menang dan Jepang berhasil mengalahkan Spanyol, maka Jerman dituntut untuk menang besar atas Kosta Rika, mengingat jika hal tersebut terjadi maka Jerman akan Head to Head selisih gol dengan Spanyol. Sementara itu Spanyol sendiri memiliki jumlah gol yang sangat produktif dibabak Grup ini dengan selisih gol +7 sedangkan Jerman hanya berhasil meraih -1, maka dari itu Jerman minimal harus mencetak 9 gol saat melawan Kosta Rika.

Jerman tidak boleh kalah atau imbang lawan Kosta Rika

Timnas Jerman di Piala Dunia 2022

Sementara itu beban berat dihadapi Timnas Jerman, mereka harus memenangkan pertandingan melawan Kosta Rika untuk menjaga asa di Piala Dunia 2022, karena jika Jerman mengalami kekalahan atauh hasil imbang maka dapat dipastikan mereka akan gagal mencapai babak 16 besar Piala Dunia 2022.

Sama seperti pada Piala Dunia 2018 lalu mereka gagal lolos ke babak 16 besar ketika di laga pamungkan berhasil dikalahkan oleh skuad asuhan Shin Tae Yong yang saat itu menangani Timnas Korea Selatan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Kylian Mbappe Berhasil Unggul dari Messi di Piala Dunia 2022

Published

on

By

Kylian Mbappe Berhasil Unggul dari Messi di Piala Dunia 2022

Penyerang muda Timnas Prancis, Kylian Mbappe, berhasil mengukir prestasi terbarunya dalam gelaran Piala Dunia 2022 ini. Pasalnya, ia menjadi pemain termuda yang berhasil mencetak 5 gol dalam Piala Dunia Qatar 2022 ini sejak Pele pada tahun 1958 silam.

Mbappe sukses mengoleksi gol paling banyak sepanjang masa kala Prancis menang melawan Polandia dengan skor 3-1 pada Minggu lalu.

Ia kini masuk dalam daftar puncak top scorer sementara dengan mengumpulkan 5 gol lebih banyak dari pemain sepak bola yang lain, seperti Messi (Argentina), Rashford (Inggris), Valencia (Ekuador), Giroud (Prancis), Gakpo (Belanda), serta Morata (Spanyol).

Baca Juga:

Pemain berusia 23 tahun itu juga berhasil memenangkan Piala Dunia di Rusia pada tahun 2018 dan satu got kala melawan Australia. Ia juga ikut di kala Prancil menjadi runner up dalam Piala Eropa 2016.

Berdasarkan laporan dari Bola, Kylian Mbappe sukses mencetak sepuluh brace, termasuk dua golnya dalam kemenangan 4-1 atas Australia pada Piala Dunia 2022 yang menuntunnya ke setengah abad gol untuk Les Bleus.

Continue Reading

News

Disebut Mengejek Korea Selatan, Selebrasi Timnas Brasil Tuai Kecaman

Published

on

By

Disebut Mengejek Korea Selatan, Selebrasi Timnas Brasil Tuai Kecaman

Selebrasi Timnas Brasil ketika mencetak gol ke gawang Korea Selatan pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 menuai kecaman.

Pasalnya, selebrasi gol berupa tarian dari pemain Brasil dinilai banyak orang sebagai penghinaan kepada sang lawan.

Setiap kali mencetak gol, Neymar cs melakukan perayaan dengan cara menari bersama. Roy Keane, yang merupakan pengamat sepak bola Manchester United ikut mengomentari tarian tersebut dan menyebutnya tidak menghormati lawan.

“Penyelesaian yang fantastis oleh Vinicius, awal yang baik untuk pertandingan ini. Namun saya belum pernah melihat tarian sebanyak ini,” tutur Keane pada ITV dikutip dari Daily Mail.

Ia bahkan menambahkan bahwa tarian yang dilakukan Timnas Brasil seperti sebuah ajang pencarian bakat bagi penari, Strictly Come Dancing.

“Saya sangat tidak menyukati ini. Orang bilang itu budaya mereka, namun saya pikir itu benar-benar tidak menghormati lawan,” pungkasnya.

Baca Juga:

Pelatih Timnas Brasil Buka Suara

Sementara itu, Tite, sang pelatih Timnas Berasil menepis anggapan selebrasi tarian merupakan bentuk ejekan. Menurutnya, tarian yang dilakukan bertujuan agar ia lebih dekat dengan para pemain.

Tite menyebut selebrasi tarian adalah ekspresi kebahagiaan atas performa Brasil dan para pemain muda juga membuat Tite memutuskan untuk ikut melakukan tarian tersebut untuk mendekatkan diri.

“Mereka sangat muda dan saya mencoba untuk beradaptasi dengan bahasa mereka dan bagian dari bahasa mereka adalah menari,” ujar Tite dikutip dari Sky Sports.

“Tidak ada rasa tidak hormat sama sekali untuk lawan atau untuk (pelatih Korea Selatan) Paulo Bento yang sangat saya hormati.”

Dalam pertandingan tersebut, Timnas Brasil berhasil memenangkan pertandingan atas Korea Selatan dengan skor 4-1. Brasil selanjutnya akan berhadapan dengan Kroasia di babak perempat final Piala Dunia 2022 pada 9 Desember 2022.

Continue Reading

News

Timnas Kroasia Merasa Beruntung Punya Dominik Livakovic

Published

on

By

Timnas Kroasia Merasa Beruntung Punya Dominik Livakovic

Dalam pertandingan Kroasia melawan Jepang di Stadion Al Janoub yang digelar pada Senin, 5 Desember 2022 malam, Dominik Livakovic tampil sangat gemilang.

Pasalnya, pertandingan pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 tersebut harus dilanjutkan hingga babak adu penalti karena Kroasia dan Jepang tampil saling berbagi angka 1-1 di waktu normal dan babak tambahan.

Ketika adu penalti terjadi, Livakovic berhasil menunjukkan aksinya. Penjaga gawang berumur 27 tahun tersebut sukses menepis tiga dari empat tendangan dari Timnas Jepang yang membuat Kroasia menang dengan skor 3-1.

Baca Juga:

Dalam wawancara usai pertandingan, pelatih Kroasia Zlatco Dalic mengaku beruntung memiliki Dominik Livakovic yang tampil sangat apik.

“Hari ini kami memiliki Livakovic yang fantastis, dia tak terbendung. Kemarin, di akhir latihan, kami berlatih penalti dan dia bertahan dengan brilian. Dia menunjukkan keamanan dan kualitas, dia memberi saya kepercayaan diri,” tutur Zlatco Dalic dikutip dari Goal.

“Livakovic menghilangkan semua ketakutan para pemain kami dengan pertahanannya. Dia adalah penerus (Danijel) Subasic (Piala Dunia) Rusia. Dan entah bagaimana sejarah berulang,” tambahnya.

Continue Reading

Trending