Connect with us

Biografi Klub

Dongeng Ajaib Eintracht Frankfurt, Masa Kelam Diskriminasi Ras Hingga Taklukkan Eropa

Published

on

Eintracht Frankfurt

Eintracht Frankfurt baru saja memastikan gelar juara Europa League. Mereka berhasil menggondol trofi kasta kedua Eropa tersebut usai mengandaskan wakil dari Skotlandia, Glasgow Rangers. Filip Kostic dkk sampai harus melewati babak tos-tosan kontra Rangers.

Cerita magis Frankfurt bak kisah dongeng. Mengalami musim yang sulit di ajang liga lokal Bundesliga, mereka malah berhasil menaklukkan pentas Eropa. Tak tanggung-tanggung, mereka berhasil melibas kandidat juara musim ini, Barcelona.

Lahir dari sekelompok kaum terpinggirkan di Jerman. Hingga mengalami banyak kasus diskriminasi di masa kelam Jerman.

Frankfurt bergeliat ditengah pusaran dominasi duopoli Bayern Munchen-Borussia Dortmund. Inilah kisah historis nan penuh magis, Si Elang Attila dari Jerman.

Baca Juga:

Awal Kisah Eintracht Frankfurt, Cita-cita Kaum Yahudi dalam Minat Sepakbola

Frankfurt berdiri pada 8 Maret 1899 oleh sekelompok Yahudi yang berasal dari dua klub Frankfurter Futball-Club Viktoria dan Frankfurter Futball-Club Kickers.

Dalam sejarahnya, Eintracht Frankfurt kerap mengalami diskriminasi rasial karena latar belakangnya yang dibentuk oleh sekelompok Yahudi.

Diskriminasi itu didapat saat pendudukan Adolf Hitler sejak 1933. Sebagaimana diketahui, di bawah pimpinan Der Fuhrer, Jerman menggalakkan propaganda komunitas nasional. Saat itu, paham sayap kanan yang ultranasionalis terasa sangat kental di seluruh daratan Jerman.

Di bawah kekuasaan Adolf Hitler, sepak bola menjadi salah satu sarana propaganda yang tepat. Karenanya, tim-tim yang punya afiliasi dengan Yahudi, salah satunya Eintracht Frankfurt, mendapat julukan Judenklub.

Karena dilabeli sebagai Judenklub, Frankfurt mendapat diskriminasi ras besar-besaran di Jerman, kendati para Yahudi telah bermigrasi ke Inggris.

Label Judenklub ini tetap melekat pada Eintracht Frankfurt, alhasil Die Adler kerap mendapat cemoohan dari pendukung lawan saat menjalani laga tandang.

Paham Nazi Memudar, Namun Sulit Kembalikan Sinar

Meski demikian, anti semitisme yang dirasakan oleh Eintracht Frankfurt ini perlahan memudar seiring jatuhnya kekuasaan Adolf Hitler pada 1945. Namun dalam perjalanannya, Die Adler selalu sulit dalam meraih trofi.

Mereka baru satu kali merajai kancah Bundesliga. Namun itu semua sudah terjadi selama 60 tahun lalu. Namun, di ajang domestik lainnya seperti DFB Pokal, mereka berhasil meraih 5 kali gelar juara. Di kancah Eropa, nasib mereka sedikit lebih baik.

Mereka berhasil menembus babak pamungkas Liga Champions pada tahun 1960, kemudian menjadi jawara Piala UEFA, yang merupakan cikal bakal dari Europa League, pada tahun 1980. Serta jadi kampiun Piala Intertoto pada tahun 1967.

Dikutip dari situs resmi Bundesliga, kini mereka harus puas mengakhiri posisi di peringkat 10.

Terpaut 4 peringkat dari jatah kompetisi Eropa untuk Jerman, namun mereka berhak untuk tampil di babak grup Liga Champions musim depan berkat kemenangan mereka di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan itu.

Makna Eintracht Bagi Olahraga di Kota Frankfurt

Eintracht Frankfurt

Tak banyak yang tahu makna kata “Eintracht” yang melekat pada klub sepakbola kebanggaan kota Frankfurt ini. Dilansir dari Bolanezia, arti kata “Eintracht” memiliki makna yang sama dengan kata “United” di bahasa Inggris.

Dalam bahasa Jerman, Eintracht berarti ‘harmoni, kerukunan. Hal ini tergambar dari fakta bahwa Eintracht Frankfurt tidak hanya menaungi klub sepakbola. Ada 16 cabang olahraga yang dibina. Mulai rugby, basket, atletik dan lainnya.

Makna persatuan dan harmoni inilah jadi pengikat tak kasat mata bagi warga Frankfurt dalam mendukung kebanggaannya berlaga. Terlihat ketika Die Adler harus menjalani laga tandang perempat final melawan Barcelona.

Dilaporkan bahwa hampir lebih dari setengah populasi stadion Spotify Camp Nou adalah fans dari Eintracht Frankfurt. Mereka memborong tiket yang tersedia dan membuat seisi stadion penuh sesak dengan warna putih hitam yang jadi ciri khas Frankfurt.

Hasilnya gemilang. Mereka berhasil kandaskan tuan rumah dan melaju hingga ke babak selanjutnya. Sampai mereka berhasil menjadi jawara, fans dan suporter setia tetap hadir dan memenuhi venue tempat final dilangsungkan.

Prestasi

Lokal

  • Bundesliga: 1959.
  • DFB Pokal: 1974, 1975, 1981, 1988, 2018.
  • Bundesliga II: 1997/98.

Internasional

  • Piala UEFA/Liga Europa: 1980, 2022.
  • Piala Intertoto UEFA: 1967.

Biografi Klub

Spanyol dan Jerman Berbagi Poin, Nasib Jerman di Ujung Tanduk

Published

on

Timnas Jerman dan Spanyol berbagi angka

Nasib Jerman di ujung tanduk, setelah Der Panzer hanya berhasil meraih 1 poin dalam partai bigmatch di Grup E Piala Dunia 2022.

Nasib Timnas Jerman di ujung tandung dalam Piala Dunia 2022 kali ini, setelah sebelumnya Jerman secara mengejutkan dikalahkan oleh salah satu wakil Asia yaitu Jepang dengan skor 2-1, kini nasib mereka semakin berada di ujung tanduk setelah Tim asuhan Hansi Flick ini hanya mampu berbagi poin dalam matchday kedua di Grup E Piala Dunia 2022 melawan Spanyol.

Pasukan Luis Enrique berhasil memperburuk posisi Jerman pada Piala Dunia 2022 kali ini sekaligus membuat nasib Jerman di ujung tanduk, setelah sang Striker, Alvaro Morata berhasil membobol gawang Jerman yang dikawal oleh Manuel Neuer.

Baca Juga:

Jerman sendiri bukan tanpa perlawanan, pada babak pertama Jerman hampir saja unggul terlebih dahulu melalui tandukan bek Real Madrid, antonio Rudiger namun sayang gol tersebut dianulir setelah Rudiger kedapatan telah berada dalam posisi offside terlebih dahulu.

Nasib Jerman di ujung tanduk pada Piala Dunia 2022 kali ini

Nasib Jerman diujung tanduk

Ilkay Gundogan berduel dengan pemain Spanyol, Sergio Busquets

Pada babak kedua jual beli serangan terjadi antara dua tim raksasa Eropa ini, Alvaro Morata yang baru masuk dibabak kedua berhasil membobol gawang Timnas Jerman pada menit ke-63 yang membuat Spanyol unggul terlebih dahulu.

Jerman sempat mendapatkan beberapa peluang emas melalui wonderkid mereka yaitu Jamal Musiala, namun pemain muda Bayern Munchen tersebut gagal mengkonfersikannya menjadi sebuah gol.

Baru di menit ke-83 pemain veteran Timnas Jerman, Niclas Furkrug berhasil menyelamatkan Jerman dari kekalahan sekaligus tetap membuat Jerman menjaga asa untuk lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022. Skor 1-1 pun bertahan hingga wasit meniuokan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Dengan hasil ini membuat nasib Jerman di ujung tanduk, sehingga mereka harus memenangkan laga terakhirnya di Grup E melawan Kosta Rika dengan skor yang besar, sekaligus berharap Jepang mengalami kekalahan di laga terakhirnya menghadapi Spanyol.

Continue Reading

Biografi Klub

Profil AS Roma, Klub Serigala Asal Ibukota Italia

Published

on

By

Kali ini akan membahas tentang profil lengkap klub AS Roma. Klub ini merupakan salah satu kontestan Serie A yang memiliki basis di ibukota Italia, Roma.

Klub ini memiliki warna kebesaran kuning emas dan merah yang menjadi ciri khas warna Kekaisaran Romawi tempo dulu.

Klub ini memiliki julukan Giallorossi yang artinya juga bermakna merah kuning. Selain itu, julukan lainnya adalah Il Lupi yang artinya Serigala. Hal ini didasarkan pada lambang klub ini yang menampilkan seekor serigala betina yang sedang menyusui dua anak bayi manusia.

Dua anak bayi manusia ini konon mitosnya adalah dua anak yang bernama Romus dan Remulus yang kelak jadi dua orang yang membangun kota Roma. Klub ini memiliki saingan berat yang juga satu kota bernama Lazio.

Baca Juga:

Sejarah Berdirinya AS Roma

Klub ini memiliki sejarah pendirian yang unik. Dilansir dari situs resmi AS Roma, ada tahun 1927, tiga klub sepakbola di kota Roma yaitu, Fortitudo-Pro Roma, Roma Football Club dan Alba-Audace melakukan merger untuk membentuk satu tim olahraga.

AS Roma

Penggabungan ketiganya lantas melahirkan satu nama klub olahraga sepakbola bernama Associazione Sportiva Roma atau AS Roma. Perjalanan pertama klub ini lantas langsung menunjuk satu nama untuk jadi presiden klub yaitu Italo Foschi.

Musim 1927/28 menjadi pertama kalinya sang serigala meraih trofi pertama. Mereka berhasil menggondol trofi Coni Cup setelah mengalahkan Modena di final. Kebijakan Foschi serta kecemerlangan bintang timnas Italia saat itu, Attilio Ferraris jadi kuncinya.

Awal Kisah Perseteruan Sengit Serigala dengan Elang Lazio

Kisah perseteruan antara Roma dengan Lazio juga tak kalah sengitnya dengan beberapa laga derby di seluruh Italia. Karena keduanya membawa identitas ibukota, maka perseteruan keduanya dijuluki sebagai Derby Della Capitale.

Pada awal pembentukan AS Roma, ada ketiga klub yang bersatu untuk membentuk suatu kekuatan sepakbola dalam rangka menantang hegemoni sepakbola Italia utara. Namun, ada satu klub yang enggan bergabung dan kelak klub itu bertransformasi jadi Lazio.

AS Roma

Keduanya membawa dendam pribadi dalam setiap pertemuannya. Roma menganggap bahwa Lazio adalah duri dalam kemajuan sepakbola kota Roma akibat enggan bergabung. Sementara, Lazio beranggapan bahwa tidak boleh ada kekuatan tunggal dalam sepakbola kota Roma.

Perseteruan kian meruncing ketika Italia jatuh ke rezim diktator fasis Benito Mussolini. Mussolini kala itu dianggap menganak emaskan Lazio ketimbang Roma sehingga kian menambah kebencian tifosi Serigala dengan serdadu Elang Ibukota.

AS Roma Baru Meraih 3 Scudetto Serie A

Serigala Ibukota itu baru meraih 3 scudetto dalam keikutsertaannya. Mereka sempat mengalami masa jaya namun juga masa kejatuhan terutama seusai Perang Dunia ke 2. Italia yang saat itu masuk blok Poros merasakan imbasnya terutama dalam bidang sepakbola.

3 tahun sebelum Perang Dunia berakhir, Roma sempat berhasil mencicipi scudetto pertamanya. Scudetto keduanya baru diraih ketika tahun 1982/83. Saat itu, sosok pelatih Real Madrid saat ini, Carlo Ancelotti jadi pemain yang mengantar kesuksesan untuk Giallorossi.

AS Roma

Scudetto ketiga diraih saat Roma sedang dalam masa jaya-jayanya di bawah kepelatihan Fabio Capello. Il Lupi jadi juara pada tahun 2000/01 berkat kegemilangan trio lini depan Gabriel Batistuta, Vincenzo Montella, dan Francesco Totti.

AS Roma Siap Bangkitkan Kembali Kejayaan Masa Lalu

Kini, pelatih AS Roma yaitu Jose Mourinho AS Roma siap untuk kembali mempersembahkan kesuksesan untuk Giallorossi. Rekam jejak sang allenatore membuat pihak manajemen sangat yakin bahwa musim depan Roma bakal kembali berjaya.

AS Roma

Skuad AS Roma 2022 kini terbilang jadi salah satu yang terbaik dalam beberapa musim. Mereka baru saja mendatangkan mantan bintang Juventus, Paulo Dybala. Selain itu, mereka memiliki penyerang tajam, Tammy Abraham dan bintang muda timnas Italia, Nicolo Zaniolo.

Mereka juga sudah mengumumkan jersey AS Roma 2022 terbaru. Seragam perang ini siap menemani peperangan sengit serdadu serigala ibukota untuk bisa membangkitkan kembali kejayaan khas Kekaisaran Romawi di seluruh daratan Italia.

Continue Reading

Biografi Klub

Profil Lengkap Manchester United, Klub Sarat Sejarah Premier League

Published

on

By

Manchester United

Kali ini akan membahas tentang profil lengkap Manchester United. Klub yang sarat sejarah dan prestasi ini sudah malang melintang dalam kancah persepakbolaan Premier League. Klub ini sudah mengoleksi 20 trofi Liga Inggris.

Koleksi itu merupakan perpaduan ketika kompetisi itu belum bernama Premier League hingga sudah berganti format ke Liga Primer Inggris. Mereka mengungguli perolehan trofi rival abadi mereka, Liverpool, yang baru mengoleksi 19 trofi.

MU merupakan tim yang selalu konsisten menghasilkan pemain-pemain berkelas untuk timnas Inggris. Terbukti, sejumlah pemain Manchester United andalan kerap kali jadi andalan skuad The Three Lions.

Selain itu, juga ada beberapa pemain andalan di timnas-timnas lainnya.

Baca Juga:

Sejarah Klub Manchester United

Manchester United

Dilansir dari situs resmi Manchester United, klub ini awalnya sempat memiliki nama Newton Heath pada tahun 1878. Lalu pada tahun 1902, klub ini berganti nama, logo Manchester United dan jersey Manchester United menjadi nama yang sampai sekarang selalu digunakan.

Di bawah Ernest Mangnall, yang mengambil alih tugas manajerial pada tahun 1903, tim menyelesaikan sebagai runner-up Divisi Kedua pada tahun 1906 dan mengamankan promosi ke Divisi Pertama, yang mereka menangkan pada tahun 1908, gelar liga pertama klub.

Musim berikutnya dimulai dengan kemenangan di Charity Shield yang pertama dan berakhir dengan gelar Piala FA pertama klub.

Pada tahun 1922, tiga tahun setelah dimulainya kembali sepak bola setelah Perang Dunia Pertama, klub itu diturunkan ke Divisi Kedua, di mana ia tetap sampai mendapatkan kembali promosi pada tahun 1925.

Tragedi Munich yang Jadi Memori Kelam Manchester United

Manchester United

Pada bulan Oktober 1945, dimulainya kembali sepak bola yang setelah perang dan menghasilkan keputusan menunjuk manajerial Matt Busby.

Busby memimpin tim untuk menyelesaikan liga di tempat kedua pada tahun 1947, 1948 dan 1949, dan kemenangan Piala FA pada tahun 1948.

Musim berikutnya, dalam perjalanan pulang dari kemenangan perempat final Piala Eropa melawan Red Star Belgrade, pesawat yang membawa para pemain, ofisial, dan jurnalis Manchester United jatuh saat berusaha lepas landas setelah mengisi bahan bakar di Munich, Jerman.

Bencana Munich 6 Februari 1958 merenggut 23 nyawa, termasuk delapan pemain seperti Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Duncan Edwards, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor dan Billy Whelan dan melukai beberapa lainnya.

Masa Jaya Manchester United Bersama Sir Alex Ferguson

Manchester United

Pada tahun 1986, MU menunjuk sosok pelatih berkebangsaan Skotlandia, Alex Ferguson. Dirinya sempat dicap gagal setelah nyaris selama beberapa musim gagal mempersembahkan trofi. Tetapi dirinya berhasil membuktikan kapasitasnya.

Dirinya mempersembahkan 2 trofi Liga Champions pada tahun 1999. Kemenangan dramatis atas Bayern Munchen di Camp Nou membuat dirinya berhasil membawa Setan Merah meraih predikat treble winner di musim itu.

Trofi kedua ketika mereka berhasil menang All-English Final melawan Chelsea. Final yang digelar tahun 2008 itu digelar di Luzhniki Stadium dan berhasil memenangkan adu penalti. Edwin van der Saar dkk berhasil menggondol trofi ketiga sepanjang sejarah klub.

Meredup Pasca Era Sir Alex Ferguson

Manchester United

Selepas pensiunnya Sir Alex Ferguson, pelatih Manchester United seolah kehilangan jati dirinya. Sudah berkali-kali ganti manajer, MU seolah kesulitan dalam mengikuti persaingan di papan atas Premier League.Walhasil, sudah hampir 10 tahun mereka puasa gelar Liga Inggris.

Dibawah era Erik Ten Hag, mereka bersiap untuk membangun kembali kejayaan skuad utama Manchester United di masa lalu. Kepemimpinan Ten Hag di Ajax membuat seluruh elemen Manchester United berharap banyak pada pelatih berkebangsaan Belanda itu.

Prestasi

First Division/Premier League

  •  1907/08, 1910/11, 1951/52, 1955/56, 1956/57, 1964/65, 1966/67, 1992/93, 1993/94, 1995/96, 1996/97, 1998/99, 1999/2000, 2000/01, 2002/03, 2006/07, 2007/08, 2008/09, 2010/11, 2012/13.

FA Cup

  • 1908/09, 1947/48, 1962/63, 1976/77, 1982/83, 1984/85, 1989/90, 1993/94, 1995/96, 1998/99, 2003/04, 2015/16.

Football Cup/EFL League

  • 1991/92, 2005/06, 2008/09, 2009/10, 2016/17.

FA Charity Shield/ Community Shield

  • 1908, 1911, 1952, 1956, 1957, 1965, 1967, 1977, 1983, 1990, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010, 2011, 2013, 2016.

UEFA Champions League

  • 1967/68, 1998/99, 2007/08.

UEFA Europa League

  • 2016/17

FIFA World Club Cup

  • 2008

Continue Reading

Trending