Connect with us

La Liga

Cristiano Ronaldo Kabarnya Ingin Balik ke Real Madrid, Apa Alasannya?

Published

on

Cristiano Ronaldo Kabarnya Ingin Balik ke Real Madrid, Apa Alasannya?

Usai melakukan wawancara dengan Piers Morgan beberapa waktu lalu, Cristiano Ronaldo kabarnya akan dipecat oleh timnya saat ini, Manchester United.

Bagaimana tidak, striker asal Portugal tersebut mengaku menyesal ke tim Setan Merah dan merasa “dikhianati”.

Usai hal tersebut, Ronaldo dilaporkan tengah mencari jalan keluar dari MU dan yang mengejutkan, kabarnya ia ingin kembali ke Real Madrid.

Baca Juga:

Cristiano Ronaldo Akan Gantikan Benzema yang Cedera?

Di tengah hebohnya Ronaldo dengan Manchester United, laman Sports melaporkan bahwa striker berusia 37 tahun itu telah menawarkan dirinya ke Los Blancos dengan kontrak selama enam bulan.

Ia disebut ingin kembali ke Madrid sebagai pengganti Benzema yang tengah mengalami cedera.

Hingga saat ini belum ada informasi terkait kontrak dengan Madrid. Namun, perlu diketahui bahwa Setan Merah ingin mengakhiri kontraknya dengan Cristiano Ronaldo lebih awal tanpa membayar kompensasi sebesar £16 juta.

MU percaya Ronaldo telah menlanggar ketentuan kerja dengan pernyataan kontroversinya dengan Piers Morgan tentang pemilik klub, fasilitas klubm rekan satu timnya, Erik ten Hag, hingga mantan pemain MU seperti Wayne Rooney dan Gary Neville.

Bola Eropa

Profil Stadion Santiago Bernabeu, Markas Kebesaran Real Madrid

Published

on

By

Santiago Bernabeu

Kali ini akan membahas tentang ulasan lengkap mengenai Santiago Bernabeu stadium. Stadion ini merupakan markas pertandingan kandang dari klub raksasa Spanyol dan juga Eropa, Real Madrid.

Stadion ini dinamakan dari sosok penting El Real yang juga memiliki nama yang sama.

Kapasitas stadion Santiago Bernabeu saat ini memiliki besaran sebesar 81.044 orang. Kapasitas ini menjadikannya salah satu yang terbesar di seluruh daratan Spanyol. Stadion ini sudah digunakan sejak lama untuk menggelar pertandingan kandang Los Blancos.

Stadion ini memiliki kesan yang megah dan mewah ketika pertama kali melihatnya. Stadion ini bila tidak sedang digunakan untuk pertandingan, pihak pengelola kerap membuka stadion ini untuk kunjungan wisata para turis mancanegara.

Santiago Bernabeu

Baca Juga:

Sejarah Berdirinya Stadion Santiago Bernabeu

Stadion ini awalnya dibangun pada tanggal 27 Oktober 1947. Pembangunan stadion kandang Real Madrid ini dirancang oleh 2 arsitek Manuel Munoz Monasterio dan Luis Alemany Soler. Proyek pembangunannya lalu berakhir hanya 3 bulan saja sampai bulan Desember 1947.

Dilansir dari situs resmi klub Real Madrid, awalnya nama stadion ini bernama Estadio Chamartin. Baru bertahan selama 8 tahun, akhirnya stadion ini berubah nama menjadi Santiago Bernabeu pada tahun 1955. Namanya sendiri diambil dari mantan presiden klub.

Saat itu, pertandingan pertama yang digelar disini adalah ketika pada tanggal 14 Desember 1947 yaitu antara Real Madrid melawan Os Belenenses. Pada saat itu, kapasitas stadion sempat diperbesar jadi 125.ooo orang.

Proyek Renovasi Stadion Santiago Bernabeu

Santiago Bernabeu

Ketika menjabat sebagai presiden Real Madrid, Florentino Perez meluncurkan sebuah proyek “Master Plan untuk Insfrastruktur Stadion”. Dia memandang perlu adanya aktualisasi teknis di bidang instalasi dan infrastruktur, bidang komersial dan sarana bisnis baru.

Hal ini telah membuat stadion ini menjadi yang terbaik tidak hanya dalam menggelar pertandingan, tetapi juga pada sektor bisnis dan hiburan. Saat ini terdapat empat restoran, tur Stadion Bernabéu dan toko olahraga terbesar di dunia.

UEFA menobatkan stadion ini sebagai stadion Elit pada tahun 2007. Pengelolaannya yang sudah menggunakan perangkat dan peranti canggih membuatnya menambah kesan mewah, canggih, dan megah ketika menggelar pertandingan.

Stadion Santiago Bernabeu sudah dipercaya menggelar pertandingan final Liga Champions. Total sudah 4 kali final Liga Champions di helat di sini seperti pada tahun 1957, 1969, 1980, dan terakhir ketika Inter menggasak Bayern Munchen dengan skor 2-0 di tahun 2010.

Continue Reading

Biografi Pemain

Biografi Pablo Torre, Wonderkid Baru Barcelona

Published

on

By

Pablo Torre

Pernahkah anda mendengar nama Pablo Torre? Tentu saja belum. Tetapi rupanya, nama ini juga jadi pemain baru yang didatangkan Barcelona di musim panas ini.

Namun, namanya masih kalah mentereng dibanding rekrutan baru Barcelona lainnya seperti Robert Lewandowski dan Raphinha.

Pablo didatangkan Blaugrana dari klub semenjana Liga Spanyol. Klub itu adalah Racing Santander yang bahkan di musim lalu berlaga di kasta ketiga Liga Spanyol. Racing Santander baru berhasil tembus promosi ke Segunda Division untuk musim depan.

Tetapi, apa alasan Barca mau mendatangkan Pablo Torre ke Camp Nou? Dilansir dari BolaSport, Torre disebut-sebut memiliki atribut yang menjanjikan untuk seorang gelandang serang.

Dirinya diklaim jadi pemain yang mirip dengan gaya main gelandang serang hebat, Christian Eriksen.

Baca Juga:

Awal Karir Pablo Torre

Pablo Torre

Torre digadang-gadang jadi gelandang serang masa depan Spanyol. Torre lahir di Soto del Marina, Spanyol pada tanggal 3 April 2003. Artinya, umur Pablo Torre saat ini adalah 19 tahun. Karirnya diperkirakan panjang untuk musim-musim selanjutnya.

Dilansir dari Transfermarkt, Torre sendiri mengawali karir sepakbolanya di klub lokal Marina. Pada tahun 2015, Torre kemudian berpindah ke akademi Racing Santander. Disana, dirinya menghabiskan sepanjang karir mudanya bersama Racing Santander.

Lalu pada tahun 2019, dirinya berhasil promosi ke tim U-19 Racing Santander. Disana dirinya langsung mencuri perhatian para pelatih. Berkat penampilannya yang ciamik, dirinya langsung menembus promosi ke tim senior pada tahun 2020/21.

Cemerlang di Tim Senior dan Hijrah ke Catalan

Bersama tim senior Racing Santander, Pablo Torre kemudian selalu tampil di setiap kompetisi yang diikuti oleh Racing. Total sudah 34 pertandingan di musim lalu dijalani oleh Torre. Selain itu, dirinya juga berhasil mencetak 10 gol dan 11 assist untuk rekan-rekannya.

Pablo Torre

Barcelona lantas datang untuk merekrutnya ke dalam tim senior mereka. Dengan kehadiran Torre, diharapkan bahwa lini serang Blaugrana bakal semakin mentereng kedepannya.

Tak banyak yang bakal menyangka, 3-4 tahun kemudian Pablo Torre bakal jadi andalan utama timnas Spanyol.

Permainannya yang luwes di belakang striker bakal jadi penyuplai utama bagi Lewandowski dan Dembele di lini depan. Apalagi, lini tengah Barca bakal ditumpu dengan kehadiran Kessie dan Busquets yang bakal sigap menopang Pablo Torre di lini tengah.

Continue Reading

Bola Eropa

David Alaba, Bek Serba Bisa Milik Real Madrid

Published

on

By

David Alaba, Bek Serba Bisa Milik Real Madrid

David Alaba memang menjadi salah satu bek terbaik di dunia saat ini.kematangan visi dalam bermain membuat lini belakang tim yang dibelanya selalu kokoh dan sulit ditembus.

Di musim 2021/2022, dirinya memutuskan untuk hengkang ke Real Madrid setelah dirinya sudah tidak mendapatkan tempat di Bayern Munchen.

Dibawah asuhan Carlo Ancelotti, pemain berkebangsaan Austria ini bermain menempati posisi bek tengah.

Hal ini cukup berbeda dari posisi yang ia mainkan di Bayern Munchen. Disana ia bermain sebagai bek kiri yang aktif membantu serangan dan cepat dalam bertahan.

Namun racikan Don Carlo ini membuahkan hasil positif dan menjadikan lini belakang Real Madrid sulit ditembus oleh para lawannya.

Di musim ini saja dirinya telah bermain sebanyak 38 kali dengan mencetak 2 gol dan 4 assist.

Baca Juga:

David Alaba Meminta Maaf Kepada Madridista

David Alaba Meminta Maaf Kepada Madridista

Permainan baik David Alaba bersama Real Madrid hilang saat El Real bertemu dengan Barcelona di pekan ke 29.

Real Madrid harus mengakui ketangguhan Skuat asuhan Xavi Hernandez dengan skor 0-4.

Lini pertahanan Real Madrid menjadi catatn karena berhasil ditembus dengan mudah oleh para pemain Barcelona.

David Alaba pun merasa bersalah dan langsung memohon maaf kepada Madridista lewat akun Twitter pribadi miliknya yang dilansir dari Detik.com.

“Semalam amat menyakitkan. Kekalahan adalah bagian dari sepakbola, tetapi yang ini sulit diterima. Ini adalah kekecewaan besar bagi kami dan saya merasa sangat menyesal untuk semua Madridista,” cuit akun @David_Alaba, Selasa (22/3).

“Kami kecewa dengan penampilan kami kemarin dan apa yang bisa kami lakukan setelah pertandingan jeda internasional yakni bangkit, serta bekerja lebih keras untuk menebusnya dan terus bermain musim seperti yang telah kami lakukan. Hala Madrid! Sampai ke final!” Pungkas Alaba

Continue Reading

Trending