Connect with us

Champions League

AC Milan Sudah Tidak Sabar Memulai Liga Champions 2022/23

Published

on

AC Milan Sudah Tidak Sabar Memulai Liga Champions 2022/23

AC Milan mengaku sudah sangat siap menghadapi Liga Champions 2022/23 dengan hasil yang jauh lebih baik daripada musim lalu. Pasukan Stefano Pioli merasa sudah mantap menghadapi kompetisi kasta tertinggi Eropa itu.

Dalam laga pembuka UCL 2022/23, Milan akan menghadapi RB Salzburg di Red Bull Arena Salzburg pada Rabu, 7 September 2022.

“Kami tak sabar untuk memulai [Liga Champions]. Kami telah mempersiapkan semuanya dengan cukup baik dan kami sudah tidak sabar untuk memulainya. Liga Champions harus menjadi rumahnya Milan,” ujar Davide Calabria dikutip dari Milannews.

Kami akan melakukan yang terbaik di kompetisi ini. Kami menatap satu pertandingan di satu waktu dan kami tidak menetapkan batas pada diri kami. Saya harap, kami mampu melakukan apa yang Paolo [Maldini] lakukan. Itu yang kami cita-citakan,” jelas Calabria.

Baca Juga:

Banyak Belajar dari Liverpool

I Rossoneri juga mengambil banyak pelajaran dari Liverpool dalam Liga Champions musim ini. Musim lalu, AC Milan memang satu grup dengan Liverpool dan Porto dan lajunya tidak dapat dilanjutkan karena harus terhenti di fase penyisihan grup.

Calabria juga mengakui Liga Champions musim lalu sangat sulit dilalui Milan. Namun ia tetap percaya klub jawara serie A tersebut tetap dapat berjuang dengan sangat baik karena sudah semakin matang.

AC Milan Krisis Pemain

Namun, laga pembuka jelang menghadapi RB Salzburg sepertinya adalah ujian pertama yang harus dilalui Milan. Pasalnya, berdasarkan laporan dari Football Italia ada tiga pemain tidak bisa memperkuat skuad Stefano Pioli karena sedang dalam fase pemulihan cidera.

Ketiga pemain tersebut adalah Alessandro Florenzi, Ante Rebic, serta Rade Krunic. Kabarnya ketiga pemain itu juga tidak dapat ikut berlatih bersama tim karena mereka tahu tidak mendapatkan bagian dalam laga Grup E itu.

Champions League

Xavi Pede Barcelona Mampu Juarai UCL 2022/23

Published

on

By

Xavi Pede Barcelona Mampu Juarai UCL 2022/23

Pelatih Barcelona, Xavi mengungkapkan keyakinan bahwa tim asuhannya dapat menjuarai Liga Champions musim ini. Pasalnya, UCL musim 2022/23 adalah penantian delapan tahun Barca karena terakhir kali membawa pulang trofi pada musim 2014/15.

Meskipun begitu, perjuangan Barcelona tentu tidak mulus dalam menjuarai Liga Champions musim ini karena mereka tergabung di grup neraka bersama Bayern Munich, Inter Milan, dan Viktoria Plzen.

Dalam waktu dekat ini, Blaugrana akan mengawali laga dengan menjamu Viktoria Plzen di Camp Nou pada Kamis, 8 September 2022.

Baca Juga:

Xavi Sangat Ingin Timnya Menang

Dalam sesi jumpa pers pralaga, pelatih berusia 42 tahun tersebut mengaku percaya diri dengan timnya dan wajar jika memiliki mimpi untuk menjuarai Liga Champions.

“Target utama kami saat ini adalah lolos dari fase grup. Setelah itu, kita akan lihat nanti. Mimpi itu gratis! Jadi, kenapa tidak untuk kami memenangkan kompetisi ini? Namun, kami harus memulainya dengan merebut tiga poin pertama,” ujar Xavi dikutip dari Goal.

“Kami akan bersaing dan memiliki mimpi untuk menjuarai Liga Champions, jika tidak saya tidak akan berada di sini. Saya ingin menang.”

Continue Reading

Champions League

4 Pemain Buruk yang Beruntung Juarai Liga Champions

Published

on

By

4 Pemain Buruk yang Beruntung Juarai Liga Champions

Torehan yang dianggap bergengsi bagi para pemain sepakbola adalah menjuarai Champions League. Banyak pemain hebat yang tidak mempunyai kesempatan untuk memenangkan gelar Liga Champions di sepanjang kariernya.

Salah satu yang pemain terbaik yang belum beruntung yaitu penjaga gawang legendaris Italia, Gianluigi Buffon, yang masih belum mempunyai gelar Liga Champions.

Baca Juga:

Pemain Buruk yang Hoki di Liga Champions

Berbanding terbalik dengan nasib kiper juara Piala Dunia 2006 tersebut, berikut ini adalah pemain dengan performa buruk namun beruntung menjuarai Liga Champions.

Alberto Moreno

Alberto Moreno adalah pemain Spanyol yang berpenampilan buruk untuk Liverpool. Moreno menjadi pemain pengganti di final Champions League 2019 melawan Tottenham Hotspur, dan Liverpool berhasil menjadi juara.

Kiko Casilla

Kiko Casilla adalah kiper cadangan Real Madrid yang tidak berkontribusi di final Champions tahun 2018. Sejak tahun 2015 di Bernabeu, dia hanya bermain 25 kali di La Liga. Los Blancos kemudian melepas Casilla ke Leeds United pada Januari 2019.

Jese Rodriguez

Jese Rodriguez adalah pemain beruntuh berikutnya. Bagaimana tidak, ia adalah pemain yang seringkali cedera sepanjang kariernya di Real Madrid. Dia hanya memainkan peran kecil saat Los Blancos meraih gelar Champions tahun 2016. Namun, Jese tetap terhitung sebagai salah satu pemain yang memiliki gelar Champions League.

Jeremy Mathieu

Jeremy Mathieu adalah  pemain yang berhasil merebut gelar La Liga dan Champions League pada awal kariernya bersama Barcelona di tahun 2014. Saat final Liga Champions, bek asal Prancis ini berperan singkat menjadi bagian dari strategi mengulur waktu. Mathieu berhasil mempertahankan kemenangan Barcelona atas Juventus.

Continue Reading

Bola Eropa

Dipecat PSG, Mauricio Pochettino Beri Sindiran Keras untuk Mantan Klubnya

Published

on

By

Mauricio Pochettino

Mantan pelatih PSG, Mauricio Pochettino, mengeluarkan komentar pedas untuk mantan klubnya itu. Dirinya baru saja dilengserkan dari posisi pelatih utama dan posisinya digantikan oleh mantan pelatih OGC Nice, Christophe Galtier.

Dilansir dari Goal, Pochettino nampaknya masih tidak terima dengan keputusan itu. Menurutnya, dirinya merasa tidak diberi kesempatan yang cukup untuk melatih lebih lama lagi. Dirinya langsung membandingkan dengan klub-klub “sultan” lainnya.

Pochettino digantikan setelah berhasil mengantar PSG jadi juara Ligue 1 dan Piala Perancis. Selain itu, dirinya juga berhasil mempersembahkan Piala Super Perancis.

Namun, dirinya gagal membawa PSG lolos ke final Liga Champions setelah disingkirkan Real Madrid di babak 16 besar.

Baca Juga:

Mauricio Pochettino Bandingkan PSG dengan Manchester City

Mauricio Pochettino

“Ada tim-tim seperti Liverpool atau Manchester City, yang memiliki proyek jangka panjang, menawarkan kepercayaan, mereka percaya akan proses yang sedang dibangun,” ujar Mauricio Pochettino dalam sebuah wawancara.

“Kami juara liga, sementara City juga sama dengan kami nasibnya (disingkirkan Real Madrid), tetapi pihak klub langsung membelikan Pep (Guardiola) seorang striker bernama (Erling) Haaland,” ketus Pochettino.

“City memiliki pelatih yang tetap selama hampir 7 tahun, sementara PSG sudah bertahun-tahun juara liga, tetapi mereka tidak bisa menyamakan level Liga Champions dengan Ligue 1,” tambah mantan pelatih Tottenham Hotspurs itu.

PSG Depak Mauricio Pochettino Akibat Gagal di Liga Champions

Mauricio Pochettino

PSG sebelumnya dilatih oleh pelatih berkebangsaan Argentina itu. Dirinya diberi target untuk menjuarai Liga Champions. Kampanye mereka langsung menemui jalan sulit setelah dipertemukan dengan Real Madrid di babak 16 besar.

Sempat menang di leg pertama di Parc des Princes dengan skor 1-0, Les Parisiens harus tersungkur di leg kedua di Santiago Bernabeu dengan skor 3-1. Mereka tak kuasa menahan kedigdayaan Karim Benzema dkk di leg kedua.

Continue Reading

Trending